Aktual ~ Diterbitkannya paket kebijakan ekonomi X mencerminkan kepanikan pemerintah dalam menghadapi perlambatan ekonomi dan maraknya PHK massal.
“Sangat disayangkan asing bisa menguasai 100 persen di 17 sektor strategis. Ini membuktikan pemerintah sangat tergesa-gesa dan terlihat panik, sehingga membuka DNI (daftar negatif investasi),” ucap ekonom dari Universitas Indonesia, Thelisa Felianty di Jakarta, Jumat (12/2).
Sikap ketergesa-gesaan dan kepanikan pemerintah ini akan mengorbankan rakyat.
“Kalau sudah begini (diterbitkan) susah lagi dicabutnya. Rakyat akan merasakan dampak negatifnya. Sangat disayangkan sikap pemerintah seperti itu,” cetus dia.
Lebih lanjut dia menegaskan, memang untuk menggenjot pertumbuhan butuh dana asing masuk, tapi, caranya bukan dengan kebijakan yang liberal ini.
“Justru mestinya pemerintah memikirkan dulu sektor-sektor mana sudah dan belum berdaya saing. Jangan sektor yang belum kuat berdaya saing dikuasai asing. Jangan-jangan pemerintah tidak punya data dan tidak melakulan riset terlebih dahulu,” papar dia.
Untuk itu dia menyarankan, sebagai langkah kontrolnya, di Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), perlunya aturan yang lebih teknis. Seperti, serapan tenaga kerja jangan berasal dari asing semua, harus mengutamakan tenaga kerja lokal, dan kebijakan proteksi lainnya.
“Jadi persyaratan teknis itu harus jelas. Intinya mendukung perlindungan ekonomi nasional. Meski itu sulit,” tutup dia.

0 Response to "Paket Ekonomi Jokowi Jilid X Ijinkan 17 Sektor 100% Dimiliki Asing, Siap-siap Rakyat Jadi Korban?"
Posting Komentar